Get Adobe Flash player

Berita Militer

Current Articles | Categories | Search | Syndication

Pelimpahan Proses Hukum KM. Jelatik- 8 Tangkapan Kri Pulau Rusa-726 Ke Lanal Dumai

 
Jakarta, 11 Juli 2018,-- Akhir-akhir ini dibeberapa perairan di Indonesia sering terjadi kecelakaan laut yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerugian materil. TNI Angkatan Laut sebagai instansi penegak hukum di laut memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan dan keselamatan pelayaran di laut. Hal ini disampaikan Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino pada acara Press Release penangkapan KM. Jelatik-8 yang dilaksanakan di Pelabuhan Sungai Duku, Jalan Tanjung Datuk, Pekanbaru, Kepulauan Riau, Rabu (11/7).

KM. Jelatik-08 diamankan oleh KRI Pulau Rusa-726 berdasarkan informasi dari Unit Intel Lanal Dumai dan adanya informasi masyarakat akan adanya kapal yang memuat penumpang namun tidak mematuhi peraturan pelayaran sehingga dapat membahayakan keselamatan penumpang maupun pengguna laut lainnya. Menindak lanjuti hal tersebut pada hari Senin (9/7), KRI Pulau Rusa-726 yang saat itu sedang melaksanakan patroli, langsung melaksanakan prosedur penghentian dan pemeriksaan (Henrikhan) terhadap kapal yang diduga melakukan pelanggaran tersebut dan didapatkan hasil yaitu KM. Jelatik-8 pada posisi 01° 14' 42" LU-102° 11' 07" BT di Perairan Kuala Siak ditemukan beberapa pelanggaran yaitu mengangkut jumlah penumpang yang tidak sesuai dengan manifest/over capacity. Selanjutnya KM. Jelatik-8 beserta awak kapal dilimpahkan kepada Lanal Dumai selaku Pangkalan TNI Angkatan Laut terdekat guna dilaksankannya proses hukum lebih lanjut.

Danlanal Dumai kepada Wartawan menyampaikan bahwa KM. Jelatik-8 jelas-jelas telah melanggar UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, pasal 138 ayat 2 yang menyebutkan bahwa “Sebelum kapal berlayar, nakhoda wajib memastikan bahwa kapalnya telah memenuhi persyaratan kelaiklautan dan melapor ke Syahbandar”. Lebih lanjut disampaikan Danlanal bahwa KM. Jelatik-8 saat proses dilaksanakannya henrikhan ditemukan penumpang yang tidak terdapat dalam manifes dimana jumlah seluruhnya 273 orang, akan tetapi yang tercatat di manifes hanya 113 orang dan sisanya tidak tercatat di manifes, selain itu masih ada alat keselamatan yang tidak memenuhi syarat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau M. Toupiq. O.H., yang turut hadir pada acara press release menyampaikan bahwa saat ini sorotan terhadap transportasi air sedang puncak-puncaknya terjadi, kita tahu bahwa instruksi Presiden RI kepada jajaran ke bawah, kepada Panglima TNI dan Kapolri, sangat terfokus pada keselamatan setelah terjadinya beberapa rangkaian kecelakaan di Perairan Indonesia. Adapun yang terjadi pada KM. Jelatik-8 merupakan proses pencegahan terhadap keselamatan pelayaran yang dilakukan oleh Lanal Dumai untuk menjadi pembelajaran kepada kita untuk menjadi lebih baik lagi untuk menjamin keselamatan penumpang.

Mengakhiri press release Danlanal Dumai mengatakan bahwa keselamatan penumpang merupakan prioritas yang utama dalam pelayaran. Selanjutnya Danlanal dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau beserta undangan meninjau ke kapal untuk mengecek secara langsung kondisi kapal KM. Jelatik-8.

Turut hadir pada acara press release KM. Jelatik-8, Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino, Kadishub Provinsi Riau M. Topiq. O.H, Kadishub Pekanbaru H. Kendi Harahap, Kasi Keselamatan Berlayar Capt. M. Fikri, dan Kasibag Umum Jonny.
 

posted @ Wednesday, July 11, 2018 3:50 AM by Dispenarmabar

Previous Page | Next Page