Get Adobe Flash player

Artikel Umum

Current Articles | Categories | Search | Syndication

Peran Ibu Sebagai Pencipta Kedamaian dalam Keluarga

 


Anak dan perempuan adalah orang yang paling menderita saat konflik terjadi. Oleh karenanya, menyongsong peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember nanti, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise meminta para perempuan, khususnya ibu, untuk berperan dalam pembentukan karakter dan menumbuhkan rasa cinta perdamaian di keluarga dan masyarakat.

"Saya mengimbau agar seluruh perempuan, khususnya kaum ibu mampu menjadi peace makerminimal dalam lingkup keluarga karena keluarga adalah lingkungan yang paling pertama untuk menanamkan nilai-nilai perdamaian," tegas Yohana dalam keterangan tertulisnya.

Pernyataan ini juga pernah disampaikan pada Simposium 'Peran Ibu dan Ulama Perempuan sebagai Pencipta dan Penggerak Perdamaian dalam Keluarga dan Masyarakat' beberapa waktu lalu.

Apalagi, menurut Yohana, tokoh perempuan yang berpengaruh dalam masyarakat mempunyai peranan penting, misalnya saja ulama perempuan. Ulama perempuan dapat mengajarkan kerukunan antarumat beragama dan menciptakan deradikalisasi untuk mencegah aksi terorisme.

Pendapat Yohana ini rupanya diapresiasi oleh Ibu Negara Republik Islam Afghanistan, Y. M. Rula Ghani saat berkunjung ke Indonesia. Rula menganggap kebijakan Indonesia terhadap perempuan bisa dijadikan referensi untuk negaranya.

"Saya menilai bahwa memang benar perempuan memiliki peranan, baik dalam keluarga maupun di lingkup masyarakat yang lebih luas, mampu berdiri melawan kekerasan yang terjadi di kehidupan sehari-hari dan meningkatkan perdamaian dalam lingkungan sekitarnya melalui jalur interaksi damai di mana perpecahan dan perdebatan akan terselesaikan melalui musyawarah, mediasi, dan negosiasi," ujar Rula.

Guna bersama membangun pemberdayaan perempuan, sebelumnya Yohana pernah mengunjungi Afghanistan.

Indonesia memberikan bantuan peningkatan kapasitas kepada perempuan Afghanistan melalui pendidikan kepada perempuan, pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), peningkatan kapasitas untuk perempuan dalam proses perdamaian dan dialog termasuk ulama perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak.

Pada 2018, Indonesia dan Afghanistan juga sepakat akan mendatangkan lima perempuan Afghanistan untuk mempelajari program pemberdayaan perempuan di Indonesia yang dapat diimplementasikan untuk membantu perempuan di Afghanistan.

Lebih lanjut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan terus mendorong kontribusi perempuan Indonesia yang semakin lama semakin signifikan melalui Peringatan Hari Ibu (PHI) di 2017. PHI mengusung tema 'Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya' di Raja Ampat, Papua Barat.

posted @ Friday, December 22, 2017 3:15 PM by Disinfoarmabar

Previous Page | Next Page