Get Adobe Flash player

Artikel Umum

Current Articles | Categories | Search | Syndication

MEMAHAMI HASIL FOTO TERBAIK 2016 FotoStop : Drama Low Light

 Little Low-Light Monsters (D800 @ ISO 25,600)
Tips Fotografi - Fotografi akan terasa mudah jika terdapat cukup cahaya dan kondisi yang ideal, tetapi seperti yang banyak kita bahas sebelumnya bahwa kondisi pencahayaan dalam fotografi digtial tidak selalu seperti yang kita harapkan. Dalam dunia fotografi digital kita bekerja dengan cahaya, sama seperti kita bekerja dengan orang lain, tentu suatu saat akan mengecewakan bukan?

Seorang sobat InFotografi pernah bertanya tentang bagaimana dia bisa memotret acara pernikahan temannya, tetapi dia tidak diperbolehkan menggunakan flash. Alasannya sederhana, cahaya flash menurut mereka akan mengurangi khidmadnya upacara pengucapan ijab kabul atau sumpah. Pada intinya dia mempertanyakan bagaimana menghasilkan foto yang bagus tanpa menggunakan flash pada kondisi rendah cahaya atau low-light. Menurut kami itu adalah pertanyaan yang bagus sekali, dan tentu semuanya mungkin dalam dunia fotografi digital, tetapi tentu saja pasti ada faktor keuntungan dan kerugian dalam menerapkan sebuah teknik bukan? Mari kita bahas lewat artikel ini!

Flash merupakan solusi terbaik pada fotografi low-light, tetapi masalahnya tidak semua situasi memungkinkan untuk penggunaan flash. Tidak hanya akan mengganggu konsentrasi jalannya acara, tetapi juga flash akan mengakibatkan hasil foto kalian terasa datar atau flat. Hal tersebut kemungkinan besar terjadi jika Sobat menggunakan flash built-in bawaan dari kamera digital. Flash built-in (flash pada umumnya) berarti memberikan pencahayaan pada subyek dari arah depan.

Hal tersebut tentu bisa dihindari dengan beberapa cara, tergantung dari subyek serta bagaimana karakter cahaya. Pelajari bagaimana melihat jatuhnya cahaya di sekitar, sehingga Sobat bisa mengerti apakah penggunaan flash bisa bekerja dengan baik atau tidak. Caya yang baik untuk menghadapi masalah pencahayaan rendah atau low-light adalah dengan menggunakan pengaturan ISO tinggiISO adalah tingkat kesensitifan sensor terhadap cahaya.

Kekhawatiran ketika menggunakan ISO tinggi adalah NOISE, jika kalian merasa pengaturan ISO sudah sempurna tetapi belum tentu sempurna untuk noise yang akan diakibatkannya. Dalam era fotografi digital Sobat bisa mengurangi tingkat NOISE yang ada pada sebuah foto dengan menggunakan perangkat lunak. Saat ini terdapat Dua software menurut kami yang bagus untuk Noise Reduction, yaitu: "Noise Ninja" atau "Neat Image". Jika Sobat tidak menaikkan pengaturan ISO serta tidak memiliki tripod, maka kemungkinan besar kalian akan menghadapi masalah 'camera shake'. Cobalah untuk menaikkan ISO, dan kalian akan mengerti kenapa NOISE itu lebih baik daripada 'camera shake'. Dalam dunia fotografi digital NOISE akan selalu menjadi satu hal yang perlu dipertimbangkan.

Salah satu keuntungan kita dalam era fotografi digital adalah, ISO tinggi memudahkan kita memotret pada kondisi rendah cahaya. Pada era fotografi film, kalian harus mengganti rol film yang memiliki ISO atau ASA yang lebih tinggi, benar-benar mempermudah kita bukan? Ini merupakan keuntungan yang bisa kita manfaatkan sebagai seorang fotografer digital.

Contoh yang lain adalah ketika kita memotret di dalam ruangan, seperti sebuah pidato sambutan, atau konser musik klasik. Flash kemungkinan besar tidak akan diperbolehkan pada situasi seperti ini, jadi bagaimana kita mengatasinya? Rubah ISO kalian ke pengaturan yang lebih tinggi, jika kalian menggunakan "Auto ISO" pada kamera digital kalian, maka kamera akan mendeteksi penggunaan ISO tinggi yang diperlukan. Sobat tentu bisa mengatur ISO secara manual, bertambahnya tingkat sensitifitas terhadap cahaya akan memperbesar peluang untuk mendapatkan exposure yang pas untuk kondisi rendah cahaya. Sobat bisa memutuskan untuk lebih meninggikan pengaturan ISO dan memilih shutter speed lebih cepat, jika masih mengalami camera shake serta tidak memiliki Tripod.

Cara lain yang bisa dilakukan pada kondisi rendah cahaya adalah dengan menggunakan Lensa Cepat (Fast-Lens), tetapi tentu akan menguras kantong seorang fotografer pemula bukan? Berikut ini merupakan Tips yang bisa Sobat lakukan jika tidak memiliki Fast-lens, Tripod serta larangan penggunaan flash:
  1. Tinggikan ISO seperlunya.
  2. Memotret menggunakan Format RAW
  3. Gunakan Aperture Priority dengan f-stop paling rendah, fash-lens biasanya memiliki f-stop terendah f1/8 atau bisa lebih rendah lagi.
  4. Jika hal diatas masih menghasilkan shutter speed yang terlalu rendah untuk dipegang, maka kalian bisa menurunkan exposure compensation sebanyak satu stop, itu akan meningkatkan shutter, dan kemudian rubah expsosurenya di post-produksi (gunakan format RAW).
  5. Sobat bisa menggunakan software Noise Reduction, untuk mengurangi grain serta noise.

Seperti yang dituliskan diatas, bahwa 'Fast-Lens' akan terasa sangat mahal bagi ukuran fotografer pemula, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba menggunakan lensa prime seperti Canon 50mm f1.8 atau Nikon 50mm f1.8. Cobalah dan rasakan bedanya. Bedanya mungkin ada pada zooming, untuk itu gunakan kaki kalian sebagai pengganti Zooming. Happy Low-Lighting!

Foto Low Light Untuk Objek Bergerak

Untuk objek bergerak, mengambil foto dalam kondisi low light cukup sulit. Tapi ada beberapa tips agar memperoleh hasil yang maksimal.

Gunakan Lensa Bukaan Lebar
Bisa dibilang ini cara yang paling umum dan paling baik. Dengan bukaan aperture yang lebar, anda dapat meningkatkan speed shutter nantinya. Dengan demikian, anda dapat menciptakan foto yang lebih tajam, dan tidak blur karena pergerakan objek. Misalkan saja lensa dengan bukaan 1.8, atau bahkan 1.4. Namun kelemahannya adalah pada sisi harga. Lensa berbukaan besar relatif mahal. Namun jika anda tidak masalah dengan harga, cara ini bisa dibilang paling pantas dicoba.

Gunakan ISO Tinggi
Jika anda masih merasa kurang mendapat shutter speed yang mumpuni untuk mereka objek bergerak saat kondisi low light, maka anda dapat meningkatkan ISO kamera anda. Beberapa kamera sudah mampu menggunakan ISO tinggi, tanpa menimbulkan noise pada foto. Jadi anda dapat menggunakan cara ini, sampai pada titik dimana noise masih bisa anda terima.

Gunakan Lampu Flash
Cara ini sebenarnya cukup efisien untuk mengambil foto objek bergerak saat low light. Namun ada beberapa tempat dimana lampu flash tidak diperkenankan. Sebut saja di gedung – gedung pertunjukan, konser, atau acara – acara lainnya.

Foto Low Light Untuk Objek Tidak Bergerak

Jika objek yang akan anda ambil adalah benda mati atau tidak bergerak, sebenarnya lebih mudah. Tips diatas juga bisa diterapkan untuk mengambil foto objek tidak bergerak. Selain itu, anda dapat menggunakan lensa atau kamera yang memiliki image stabiliser (IS atau VR). Saat ini, stabiliser lensa dan kamera sudah mampu meredam shake pada kamera dengan speed yang cukup rendah.

Namun jika anda ingin mengambil foto low light dengan speed yang sangat lambat, maka penggunaan tripod sangatlah penting. Tripod akan membuat kamera anda lebih kokoh dan kurang getaran (shake), sehingga foto yang dihasilkan dapat lebih tajam LAGI.

Tips Fotografi - Fotografi akan terasa mudah jika terdapat cukup cahaya dan kondisi yang ideal, tetapi seperti yang banyak kita bahas sebelumnya bahwa kondisi pencahayaan dalam fotografi digtial tidak selalu seperti yang kita harapkan. Dalam dunia fotografi digital kita bekerja dengan cahaya, sama seperti kita bekerja dengan orang lain, tentu suatu saat akan mengecewakan bukan?
Tips Fotografi - Fotografi akan terasa mudah jika terdapat cukup cahaya dan kondisi yang ideal, tetapi seperti yang banyak kita bahas sebelumnya bahwa kondisi pencahayaan dalam fotografi digtial tidak selalu seperti yang kita harapkan. Dalam dunia fotografi digital kita bekerja dengan cahaya, sama seperti kita bekerja dengan orang lain, tentu suatu saat akan mengecewakan bukan?

posted @ Thursday, September 29, 2016 11:33 AM by Disinfoarmabar

Previous Page | Next Page