Get Adobe Flash player

Berita Militer

Current Articles | Categories | Search | Syndication

KOMANDAN LANAL RANAI MELEPAS KAPAL YACH FUKUMARU DI DERMAGA PENAGI RANAI

 
Jakarta, 11 Juli 2018,-- Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, S.E. memberikan keterangan press sehubungan dengan perkembangan kapal Yach Fukumaru.

Bahwa sebelumnya pada hari Rabu tanggal 23 Mei 2018, sekitar pukul 15.47 WIB, kapal Yach Fukumaru mengalami kerusakan mesin dan meminta bantuan pertolongan di perairan Midai Kab. Natuna. Ketiga awak kapal Yach Fukumaru telah berhasil dievakuasi oleh KM. Semeru, selanjutnya dibawa menuju ke Pelabuhan Malaka Malaysia, terkait kapal Yach karena cuaca tidak memungkinkan maka kapal Yach tersebut ditinggalkan terapung di lokasi kejadian.

Pada hari Kamis tanggal 24 Mei 2018, Kapal Yach Fukumaru telah ditemukan oleh nelayan Midai kemudian oleh anggota Posal Midai dengan KM. Anugerah Suci dan dibawa ke Dermaga Pasar Midai di Depan Posal Midai untuk diamankan.Selanjutnya kapal Yach Fukumaru melaksanakan perbaikan di dermaga pasar Midai oleh teknisi dari Lanal Ranai, kerusakan pada mesin DG belum bisa diperbaiki seluruhnya, kerusakan pada mesin pendorong telah dapat diperbaiki dan kapal Yach Fukumaru sudah bisa bergerak maju dan mundur.

Pada tanggal 3 Juni 2018 kapal Yach Fukumaru berlayar dari Midai dengan tujuan pelabuhan Penagi Ranai (guna perbaikan lanjutan), kapal Yach Fukumaru tiba di dermaga Penagi Ranai dalam keadaan aman selanjutnya dilaksanakan perbaikan lanjutan di Penagi Ranai.

Pada tanggal 8 Juni 2018 kapal Yach Fukumaru selesai perbaikan dan pada tanggal 9 Juni 2018 setelah menyelesaikan administrasi pelayaran berupa Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Syahbandar Ranai dan Exit Permit/Clearence dari Imigrasi Ranai, selanjutnya kapal Yach Fukumaru secara resmi dilepas oleh Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, S.E. dalam pelayaran dari Penagi Ranai menuju pelabuhan Kinabalu Malaysia. Namun karena mengalami kerusakan lagi yaitu pada baling - balingnya atau propeller akhirnya kapal Yach Fukumaru kembali ke pelabuhan Penagi dengan cara ditarik menggunakan kapal Pompong.
Setelah selesai melaksanakan perbaikan berupa penggantian propeller pada tanggal 11 Juni 2018 maka pada pukul 09.45 Wib, kapal Yach Fukumaru kembali dilepas oleh Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, S.E. di dermaga Posal Penagi, turut melepas kapal Yach Fukumaru adalah petugas Keimigrasian Natuna, petugas Kesyahbandaran Ranai dan petugas Karantina pelabuhan Ranai.

Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, S.E . menyampaikan bahwa berdasarkan analisa hukum terhadap Kapal Wisata (Yacht) Fukumaru adalah sebagai berikut :
1. Negara Pantai harus memberikan pertolongan terhadap kapal yang mengalami kecelakaan atau kerusakan.
Dasar Hukum :
a. Pasal 258 ayat (1) dan (2) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayanan , yang berbunyi sbb :
Ayat (1) " Pemerintah bertanggungjawab melaksanakan pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan kapal dan/atau orang yang mengalami musibah di perairan Indonesia ".
Ayat (2) " Kapal atau Pesawat udara yang berada didekat atau melintas lokasi kecelakaan, WAJIB membantu usaha pencarian dan pertolongan terhadap setiap kapal dan/atau orang yang mengalami musibah diperairan Indonesia ".
b. Pasal 332 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran
Yang berbunyi: " Setiap orang yang mengoprasikan kapal atau pesawat udara yang tidak membantu usaha pencarian dan pertolongan terhadap setiap orang yang mengalami musibah sebagaimana dimaksud dalam pasal 258 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp. 200.000.000,- ".

2. Aturan terkait barang temuan kapal yang ditinggalkan oleh pemiliknya yang diakibatkan karena ada kerusakan mesin.
a. Kategori barang temuan gugur atau hilang dengan sendirinya dikarenakan pemiliknya sudah mengirimkan "SOS" yang menyatakan bahwa Kapal Yacht Fukumaru bermasalah "mesinnya rusak".
b. Pemilik Kapal bisa menunjukan Dokumen atau identitas yang jelas yang menyatakan bahwa kapal tersebut sah milik yang bersangkutan (secara depakto).
c. Menolong kapal yang sedang mengalami kecelakaan atau kerusakan merupakan sebuah KEWAJIBAN bagi negara pantai dan termasuk semua kapal dan pesawat yang melintasi wilayah kecelakaan atau kerusakan kapal tersebut.

Atas dasar analisa hukum tersebut diatas maka kapal Yach Fukumaru dikembalikan kepada pemilikanya, dalam hal ini Tiga warga Negara Jepang atas nama Mr. Akio Fukumoto, Mr. Utawaki dan Mrs. Mayumi Sasaki yang mengaku sebagai pemilik karena semua dokumenya menyatakan bahwa benar mereka pemilik kapal Yach Fukumaru yang syah.

posted @ Monday, June 11, 2018 8:45 PM by Dispenarmabar

Previous Page | Next Page